Banyak Orang Takut Pasang CCTV Karena Listrik Naik
Salah satu pertanyaan paling sering ditanyakan calon pembeli adalah:
“Kalau CCTV 24 jam nyala nonstop, listriknya jadi mahal nggak?”
Kekhawatiran ini wajar. Karena sistem CCTV memang dirancang untuk merekam tanpa henti selama 24 jam sehari. Tapi benarkah konsumsi listriknya besar?
Mari kita bahas dengan angka, bukan asumsi.
Berapa Watt Konsumsi Kamera CCTV?
Rata-rata konsumsi daya kamera CCTV cukup kecil dibandingkan perangkat elektronik rumah lainnya.
Berikut gambaran umum:
Kamera analog: 4–8 watt
Kamera IP: 6–12 watt
DVR/NVR: 10–20 watt
Harddisk CCTV: 5–10 watt
Artinya, satu sistem CCTV rumahan dengan 4 kamera biasanya hanya mengonsumsi sekitar 40–60 watt total.
Sebagai perbandingan, satu setrika listrik bisa mencapai 300–600 watt. AC bahkan bisa di atas 800 watt.
Berapa Watt Konsumsi Kamera CCTV?
Rata-rata konsumsi daya kamera CCTV cukup kecil dibandingkan perangkat elektronik rumah lainnya.
Berikut gambaran umum:
Kamera analog: 4–8 watt
Kamera IP: 6–12 watt
DVR/NVR: 10–20 watt
Harddisk CCTV: 5–10 watt
Artinya, satu sistem CCTV rumahan dengan 4 kamera biasanya hanya mengonsumsi sekitar 40–60 watt total.
Sebagai perbandingan, satu setrika listrik bisa mencapai 300–600 watt. AC bahkan bisa di atas 800 watt.
Tabel Estimasi Biaya Listrik CCTV
Berikut gambaran kasar konsumsi listrik:
| Jumlah Kamera | Perkiraan Watt | Estimasi Biaya/Bulan |
|---|---|---|
| 2 Kamera | 25–35 Watt | Rp25.000 – Rp40.000 |
| 4 Kamera | 40–60 Watt | Rp45.000 – Rp65.000 |
| 8 Kamera | 80–100 Watt | Rp90.000 – Rp120.000 |
Catatan: estimasi bisa berbeda tergantung jenis kamera & tarif listrik.
Kenapa CCTV Tidak Boros?
Karena perangkat CCTV menggunakan daya kecil dan stabil. Tidak seperti kulkas atau AC yang memiliki lonjakan daya saat kompresor aktif, CCTV bekerja dengan konsumsi relatif konstan.
Selain itu, teknologi terbaru dari brand seperti:
Hikvision
HiLook
EZVIZ
sudah dirancang hemat energi dan efisien untuk penggunaan jangka panjang.
Faktor yang Membuat Listrik Lebih Besar
Meski umumnya hemat, ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan konsumsi listrik:
Harddisk kapasitas besar
Jumlah kamera sangat banyak (16 channel ke atas)
Penggunaan monitor 24 jam nonstop
Power supply kualitas rendah
Yang sering membuat tagihan naik justru monitor yang terus menyala, bukan kameranya.
Tips Agar CCTV Tetap Hemat Listrik
Berikut beberapa tips praktis:
Gunakan monitor hanya saat diperlukan
Pilih kamera resolusi sesuai kebutuhan (tidak berlebihan)
Gunakan power supply berkualitas
Lakukan instalasi profesional agar tidak ada arus bocor
Instalasi yang rapi dan benar membantu sistem bekerja optimal tanpa pemborosan.
Apakah CCTV Perlu Dimatikan Saat Tidak Dibutuhkan?
Banyak yang bertanya, “Kalau siang aman, dimatikan saja?”
Secara teknis bisa. Tapi sangat tidak disarankan.
Karena kejadian tak terduga bisa terjadi kapan saja. CCTV dirancang untuk merekam 24 jam agar tidak ada momen penting yang terlewat.
Mematikan CCTV justru menghilangkan fungsi utamanya sebagai sistem keamanan.
Perbandingan CCTV dengan Perangkat Rumah Lain
Untuk memberi gambaran:
| Perangkat | Rata-rata Watt |
|---|---|
| Lampu LED | 10–15 Watt |
| CCTV 1 Kamera | 6–10 Watt |
| Kulkas | 100–200 Watt |
| AC | 800–1200 Watt |
Jelas terlihat CCTV termasuk perangkat dengan konsumsi daya rendah.
Jadi, Apakah CCTV 24 Jam Boros Listrik?
Jawabannya: Tidak.
Biaya listrik sistem CCTV rumahan sangat kecil dibandingkan manfaat keamanan yang didapat.
Dengan rata-rata tambahan biaya hanya puluhan ribu rupiah per bulan, Anda mendapatkan:
Pengawasan nonstop
Bukti rekaman saat terjadi kejadian
Rasa aman 24 jam
Monitoring dari HP kapan saja
Investasi keamanan jauh lebih berharga daripada khawatir pada biaya listrik yang relatif kecil.
Kesimpulan
CCTV 24 jam tidak boros listrik seperti yang banyak orang bayangkan. Konsumsinya kecil, stabil, dan efisien.
Yang lebih penting adalah memastikan sistem dipasang dengan benar dan menggunakan perangkat berkualitas agar aman dalam jangka panjang.
